Dancing Red Rose
Showing posts with label Pandemi Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Pandemi Covid-19. Show all posts

CANTUMKAN NOMOR HP UNTUK DAPATKAN KUOTA INTERNET BAGI SISWA

Menindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tentang Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik, maka diharapkan orang tua/wali mencantumkan nomor HP yang biasa digunakan untuk kegiatan pembelajaran online.

Berikut form yang bisa dilengkapi. Terima kasih. 

MENGAPA MEMPELAJARI WAYANG

 Jagad pewayangan penuh dengan cerita yang berliku. Tak ubahnya dengan kehidupan manusia secara nyata, kisah dalam wayang menggambarkan cerita yang baik dan buruk. Ada banyak pesan moral yang bisa kita petik dalam setiap 'lakonnya. Mulai tokoh kepahlawanan, pengorbanan, perebutan tahta hingga adu domba semua disajikan penuh intrik yang menarik. 

Menurut daerah asalnya, wayang berkembang sesuai dengan budaya masing-masing. Sebagai contoh di Jawa Tengah ada wayang kulit, di Jawa Barat ada wayang golek dan di Jawa Timur ada wayang klithik. 

Sesuai perkembangannya, cerita wayang bisa dinikmati dengan berbagai media. Bisa ditonton di Youtube, acara live streaming, dan media-media canggih lainnya. Sayangnya, pagelaran wayang kini peminatnya sebagian besar adalah golongan tua. Sementara golongan remaja ataupun anak-anak kurang minatnya.

Nah, untuk memupuk kecintaan pada budaya daerah dan lebih mengenalkan cerita pewayangan, perlu kiranya digalakkan program cinta budaya sejak dini. Salah satu bentuk kepedulian tersebut bisa berujud even menggambar wayang. Harapannya, dengan cinta budaya daerah, budaya kita tidak akan luntur oleh perkembangan global. Anak-anak bisa lebih mencintai budaya sendiri dan tetap bangga dengan hasil karyanya. 

Berikut ini contoh karya anak-anak tentang berbagai karakter wayang.

Salam

KREATIVITAS DI MASA PANDEMI

Perlu sebuah solusi untuk menghadapi perubahan. Masa pandemi Covid-19 yang berimbas pada seluruh aspek kehidupan mendorong orang untuk berpikir kritis. Perubahan-perubahan yang terjadi terkadang sulit dirasakan. Bukan hanya sekedar berangan-angan, namun perlu tindakan riil yang harus direalisasikan. Berbagai gagasan dan kreativitas akan sangat menunjang tetap eksisnya roda kehidupan. Kiranya bukan hal yang berlebihan. Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi satu jawaban. Barang-barang yang sudah tidak terpakai bisa diberdayakan. Jika di rumah banyak botol bekas, kaleng bekas maupun kemasan minuman lain bisa dimanfaatkan menjadi lebih bernilai. Kegiatan menghias botol maupun kaleng bekas bisa dijadikan sebagai tempat pensil. Selain Kegiatan ini bernilai edukatif, tentu menjadi kesan tersendiri selama belajar di rumah.


Salam

MEMAKNAI SEBUAH KEGAGALAN



Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Semboyan itu memotivasi setiap insan untuk mencapai hal yang diinginkan.
Setiap orang mempunyai cita-cita. Mungkin tidak terucapkan dengan kata-kata. Atau bahkan tidak sempat menuliskan idealismenya. Tidak sempat pula menyampaikan kepada orang yang dianggap dapat dipercaya.
Suatu keinginan bahkan hanya menjadi angan. Namun tak mengapa. Hidup bukanlah lembaran kertas mulus dengan satu warna. Hidup adalah buritan karya dengan multi tekstur. Banyak perbedaan yang kadang sulit diukur.
Bolehlah kita punya harapan. Ibarat sebuah perjalanan, harus ada sebuah tujuan. Mungkin banyak pilihan, gagasan, dan juga contoh dari tokoh-tokoh yang diidolakan. Keinginan menggapai cita-cita menjadi lebih dekat dengan kenyataan. Namun apa daya. Manusia berusaha Tuhan yang menentukan. Persiapan yang begitu lama, usaha sekuat tenaga, bahkan dengan mencari ilmu dari berbagai sumber ilmu. Terkadang sulit diduga.  Tidak selalu yang baik berada di depan. Tidak selalu yang lemah ada di bawah. Itulah realita kehidupan. 
Banyak teori tentang keberhasilan. Banyak pula motivasi tentang kegagalan. Masing-masing sudah punya takaran. Orang bijak berkata, "Rejeki takkan tertukar". Tidak bisa ditelan mentah-mentah ungkapan tersebut. Kita diwajibkan tetap berusaha. Keberhasilan bisa dalam bentuk yang berbeda. Sebagai manusia biasa, kadang yang dominan adalah banyak mengeluh. Sering kegagalan identik dengan tertundanya cita-cita yang diidamkan. Padahal masih banyak kemungkinan keberhasilan-keberhasilan pada hal lain. Masih banyak potensi yang bisa digali.
Untuk itu diperlukan adanya fundamental mindset tentang sebuah keberhasilan. Target boleh tinggi, namun tetap ingat kondisi. Lompatan perlu dilakukan, namun ingat kesempatan.
Langkah bijak tentang pemahaman jangkauan adalah step by step. Pencapaian yang matang akan lebih permanen dibanding sebuah keberhasilan instan. Orang boleh berkhayal tentang sebuah capaian. Orang boleh bermimpi tentang sebuah posisi. Namun ingat, bahwa kegagalan bisa saja terjadi. Yang ada di depan mata, itulah yang terbaik. Yang nyata, itulah yang aset kita.
So, banyak bersyukur dan tetap introspeksi diri. Kegagalan menjadi cambuk untuk lebih mengembangkan diri. Semoga kesempatan lebih terbuka.

Salam

TAHUN AJARAN BARU DI MASA PANDEMI COVID-19

Memasuki tahun pelajaran baru tahun 2020/2021, banyak persiapan yang harus dilakukan. Mengingat masa pandemi Covid-19 belum juga tuntas, maka pembelajaran yang sedianya akan dilaksanakan secara tatap muka maka harus ditunda dulu. Bagi siswa mungkin sudah dirasa terlalu lama untuk tetap belajar di rumah. Namun bagaimanapun kebijakan pemerintah untuk penlaksanaan program  pembelajaran jarak jauh harus dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. 

SD Negeri Semawung sebagai sekolah yang berlokasi desa mencoba berinovasi dengan kondisi di era pandemi ini. Metode pembelajaran yang ditempuh Kelas IV misalnya. Banyak orang tua/wali murid yang mengusulkan adanya pembelajaran secara online. Di sisi lain banyak juga kendala yang dihadapi. Mulai dari susah sinyal, keterbatasan alat, sampai dengan penguasaan aplikasi yang masih belum maksimal.

Nah, untuk meminimalisir hambatan yang terjadi, maka kolaborasi antara orang tua dan guru perlu dimaksimalkan. Materi yang harus disampaikan oleh guru secara penuh secara online mungkin saja bisa kurang maksimal. Untuk itu anak dituntut untuk belajar mandiri di rumah dengan pendampingan orang tua/wali. 

Mengawali kegiatan belajar online, berikut ada link untuk mengecek penugasan di Kelas IV Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021.

Silakan klik link di bawah ini:
2. PENILAIAN HARIAN
3. PENILAIAN TENGAH SEMESTER
4. PENILIAN AKHIR SEMESTER


Untuk lebih mempererat komunikasi, berikut ada pose siswa yang tampil pada masa pengenalan awal tahun pelajaran.










Salam

Berkreasi dengan Literasi Finansial

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa. Secara umum pandemi ini telah melumpuhkan sektor-sektot kehidupan masyarakat di berbagai lapisan. Dalam bidang ekonomi, adanya tuntutan kebutuhan hidup setiap hari dan pemasukan tentunya seimbang. Untuk itu diperlukan pengelolaan keuangan secara bijaksana.

Sejalan dengan isu kelesuan ekonomi karena pandemi Covid-19, langkah bijak yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan optimalisasi literasi finansial. Lebih jelas bisa dipahami pada panduan Literasi Finansial yang bersumber dari Kementtrian Pendidikan dan Kebufayaan berikut ini.

 

Salam.

CATATAN ARTIKEL CERACAU

Menurut Coach Doddi Ahmad Fauzi, menjelaskan tentang Artikel pada Kelas Esai CERARAU KPPJB. Lebih jelasnya sebagai berikut.

PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI

1. Meniru adalah perbuatan yang dilakukan para pemula. Kebanyakan adalah meniru gaya dalam berbahasa. Meniru dengan menyontek mengandung nilai berbeda dalam semangatnya. Diksi meniru jarang digunakan dalam proses yang curang. Menyontek cenderung digunakan untuk perbuatan yang curang, misalnya dalam ulangan di sekolah, "Hey, kamu nyontek ya?" tanya guru. Tak pernah terdengar, "Hey, kamu niru ya?"

2. Mengikuti atau menerima pengaruh, yang sering disebut epigon itu. Misalnya saya dalam menulis puisi, menerima pengaruh dari tiga penyair, Rendra, Sutardi, Acep Zamzam Noor, lalu kemudian menerima pengaruh dari Kriapur dan Acep Zamzam Noor. Apabila gaya-gaya para penyair itu digabungkan ke dalam satu puisi, maka akan menjadi warna sendiri, puisi oposan, itu yang terjadi pada antologi puisi Neng Li, yang saya tulis sekira tahun 2015.

3. Mencipta = kreator, berusaha inovatif, dan melahirkan ciri khas. Seniman tulis, termasuk esais, harus sampai pada wilayah ini. Kreator = seniman

4. Reflektor = begawan. Ia sudah melewati tahap mencipta. Ia hanya menyerap dan memancarkan.
Artikel adalah dasar bagi semua karya tulis yang bukan masuk ke dalam jenis puisi, prosa dan drama. Basis dari artikel adalah kalimat.

Artikel adalah dasar bagi semua karya tulis yang bukan masuk ke dalam jenis puisi, prosa dan drama. Basis dari artikel adalah kalimat.
1. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah digunakan dalam bidang akademik, yang cenderung kaku, kadang kering, karena kurang mendalamnya analisis yang dilakukan para penulis. Makalah, skripsi, tesis, disertasi, adalah artikel ilmuah. Basis dari tulisan artikel adalah melaporkan hasil penelitian lapangan (observasi).

2. Ilmiah Populer
Ini tulisan nanggung, karena kurang mendalam. Ia bermaksud mengedepankan argumentasi, namun tidak berangkat dari observasi, melainkan dari studi pustaka dan studi fenomena lewat berita. Tulisan seperti opini dalam koran, masuk ke dalam kategori ilmiah populer.

3. Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah ya biasanya dimuat dalam media jurnal Ilmiah. Ia berdiri dalam dua kaki, yaitu tulisan ilmiah dan tulisan jurnalistik yang mengandung unsur 5WH

4. Tulisan Jurnalistik
a. Berita atau news
b. Features/ficers,

5. Tulisan esey
Masuk ke dalam kategori karya seni sastra. Kelenturannya dalam berkata-kata, supaya tulisan tidak kaku, namun enak dibaca dan menggebu, membuat esey banyak diminati tentu saja oleh para sastrawan.

Salam

PPDB SMP TAHUN INI MEMANG BEDA



Era pandemi Covid-19 mengisyaratkan adanya kegiatan jarak jauh. Kegitan pembelajaran, rapat koordinasi dan berbagai kegiatan lain bisa dilaksanakan secara online. Begitu pula kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMP Negeri. Jika pada tahun-tahun sebelumnya para calon peserta didik baru yang ingin mendaftar ke SMP harus datang ke sekolah, pada tahun ini tidak. Calon peserta didik baru bisa melakukan pendaftaran secara online dari rumah. Setelah melakukan login di link  PPDB online, para calon siswa baru bisa menginput data maupun mengunggah file/dokumen sesuai yang dipersyaratkan.

Mengutip petunjuk pelaksanaan PPDB di https://ppdb.purworejokab.go.id/, pelaksnaan PPDB dibuka tanggal 15 hingga 18 Juni 2020. Ada empat jalur pendaftaran yang bisa dipilih. Jalur tersebut meliputi jalur zonasi, jalur prestasi, jalur perpindahan orang tua dan jalur afirmasi. Jalur zonasi bisa dipilih bagi calon siswa baru yang bertempat tinggal di dalam wilayah dan sesuai dengan zonasi nya (titik koordinat tempat tinggal siswa). Jalur prestasi disediakan bagi calon peserta didik baru yang miliki penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi yang dilaksanakan secara berjenjang. Jalur perpindahan orang tua bisa dipilih calon peserta didik baru  yang memiliki surat penugasan perpindahan orang tua. Sedang jalur afirmasi memfasilitasi calon peserta didik baru yang memiliki kartu/surat keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Sebagai hal yang baru, pelaksanaan PPBD online tahun ini menawarkan kemandirian input data. Sebagai contoh di SD Negeri Semawung Kec. Purworejo, Kab. Purworejo Jawa Tengah. Hari pertama pelaksanaan PPDB online pada tanggal 15 Juni 2020 pada pukul 08.00 WIB. Bertepatan dengan pengumuman kelulusan siswa Kelas VI, orang tua/wali diberi penjelasan tentang cara mendaftar secara online. Meski sudah dijelaskan tentang cara melakukan pendaftaran, sebagian besar dari mereka masih masih belum percaya diri untuk meng-online-kan pendaftaran putra-putrinya sendiri. Akhirnya banyak dari orang tua/wali siswa yang meminta bantuan operator sekolah untuk melakukan pendaftaran secara online.
“Saya minta bantuan operatornya sajalah” ujar salah satu orang tua siswa di ruang sekolah.

Tak luput pada hari ke-dua setelah pendaftaran. Untuk melihat jurnal pendaftaran orang tua juga masih banyak yang belum paham. Mereka risau tentang ranking dalam zona pendaftaran di sekolah yang diharapkan. Karena pergeseran peringkat bisa terjadi setiap saat, maka pemantauan harus terus dilakukan. 


Melihat posisi peringkat yang sudah di bawah, banyak orang tua siswa yang memutuskan untuk mengganti sekolah tujuan pendaftaran. Hingga satu hari terakhir sebelum pendaftaran ditutup, orang tua siswa dengan rela datang ke sekolah untuk mengetahui informasi pendaftaran putra-putrinya. 

Puncak kerisauan pun terjadi. Hari terakhir pendaftaran, yaitu tanggal 18 Juni 2020 banyak sekali pesan maupun panggilan masuk. Intinya adalah menanyakan status peringkat. Hingga menjelang detik-detik terakhir ditutupnya pendaftaran, yaitu pukul 11.59 WIB orang tua siswa masih setia menunggu update info terakhir.

Inilah fenomena penggunaan media baru. Media online yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Mungkin untuk tahun ini menjadi hal yang terasa sulit bagi orang tua. Namun ke depan harapannya bisa menjadi pembelajaran yang memudahkan orang tua siswa dalam mengarahkan putra-putrinya untuk melakukan pendaftaran di sekolah yang diharapkan. 
Salam.

KELAS PUISI SONION

Siapa sih pencipta pertama puisi sonian? Kita wajib mengetahui, siapa penyair yang melahirkan karya ini, hingga diakui oleh seluruh Indonesia. Ia adalah seorang penyair dekade 80-an bernama Soni Farid Maulana,  yang lahir pada 19 Februari 1962 di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sonian adalah jenis puisi terikat, berupa sajak pendek yang berpola 6-5-4-3. Sonian hanya terdiri atas 4 baris dan pada tiap baris ditentukan jumlah suku katanya. 

Baris pertama terdiri atas 6 suku kata, 
baris kedua 5 suku kata, baris ketiga 4 suku kata dan baris keempat 3 suku kata.

Mengapa sonian ditentukan dengan bentuk pola yang mengerucut?
Soni Farid Maulana pada saat itu, memberi alasan karena apa yang ingin disampaikan penulis semakin ke bawah akan semakin jelas fokusnya, sehingga maksud yang ingin dikomunikasikan bisa tersampaikan. Intinya,  puisi Sonian itu, puisi yang berpola 6543. Tapi kemudian hari berkembang menjadi ada pola 6563.

Dalam menulis sonian, para penulis bisa menggunakan majas, simbol, metafor, imaji atau apapun itu. Imajinasi merupakan hal penting  dalam mencipta karya sastra. Imajinasi sering disebut juga daya bayang seorang penulis, dalam proses kreatif sebagai kemampuan seseorang dalam membayangkan sesuatu hingga memvisualisasikannya ke dalam bentuk tulisan. Selain itu juga dalam sonian perlu hati-hati dengan pemilihan diksi, dimatangkan betul bagaimana hubungan ke atas dan ke bawah dalam membentuk makna secara keseluruhan.

Berbeda pada saat menulis puisi bergenre bebas, penulis akan mendapatkan tantangan tersendiri dengan menulis puisi sonian. Karena di sini akan ditantang kecermatan dan ketangkasan untuk menulis meruncing ke bawah sehingga menajamkan makna di baris ketiga dan keempat.

Contoh puisi Sonian

RINDU
Gem-pur ha-ru bi-ru (6 suku kata)
Du-ka me-na-hun (5 suku kata)
Pen-dam  ra-sa(4 suku kata)
Me-ra-na (3 suku kata)


SENJA

Jagat bumantara
Menjelang senja
Langit Jingga
Merona

Namun, adakalanya masih ada yang bingung dengan teknik  pemenggalan suku kata, karena ada beberapa huruf rangkap, yang 1 suku kata, tapi masih dihitung 2 suku kata. Ini dinamakan Diftong
Jadi, beragamnya kosakata bahasa Indonesia ternyata memunculkan beberapa pengelompokkan. Salah satunya didasarkan pada pemakaian huruf seperti kelompok kata berhuruf diftong. Lalu, apa itu diftong?

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan diftong sebagai bunyi vokal rangkap dalam satu suku kata. Jadi, ketika diucapkan gabungan huruf vokal akan menghasilkan satu bunyi dan tidak dipenggal. Adapun contohnya au pada kata kerbau (ker-bau) atau ai pada kata pantai (pan-tai)

Terdapat empat huruf diftong dalam bahasa Indonesia sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
 antara lain  au, ai, ei, dan oi.
Dikau》dihitung 2 suku kata

Pulau》 2 suku kata

Pada beberapa kaidah Sonian memiliki sajak aaaa, bbbb, aabb, abab


SUDUT LUKA

Hampa tanpa rasa
Mengurung hati
Bayang rupa
Berlari

#Sonion_6543_Ismanto
Purworejo, 190620





APLIKASI SEDERHNA SURAT KETERANGAN LULUS SD

Menjelang berakhirnya akhir tahun pelajaran, khususnya Kelas VI mempunyai hajat besar yaitu penilaian yang berkaitan dengan kelulusan. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya, kelulusan jenjang pendidikan Sekolah Dasar menggunakan Ujian Nasional sebagai penentunya, untuk tahun ini tidak. Masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan para siswa melaksanakan belajar di rumah. Salah satu imbas pembelajaran di rumah adalah ditiadakannya Ujian Nasional. Format surat keterangan lulus yang biasanya ditentukan dari tiga mata pelajaran Ujian Nasional (Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA), pada tahun pelajaran 2019/2020 ini ditentukan oleh rata-rata nilai rapor yang diambil dari Kelas IV Semester I dan II, Kelas V Semester I dan II, dan Kelas VI Semester I untuk semua mata pelajaran. Namun tidak menutup kemungkinan SMP juga meminta rata-rata nilai rapor Kelas IV Semester I dan II, Kelas V Semester I dan II, dan Kelas VI Semester I  untuk mata pelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Khususnya di Kabupaten Purworejo, telah diberi format dasar penulisan surat keterangan lulus. Untuk lebih memudahkan dalam penyimpanan, dan mungkin saja ada yang perlu berbagi, berikut ini saya sampaikan link surat keterangan lulus. O ya, format ini sudah revisi yang ke-dua ya. Semoga besuk tidak ada revisi lagi. Salam

DAPATKAN KUOTA 30 GB GRATIS DARI GURU BERBAGI

Selama masa pandemi Covid-19, guru diharapkan bisa menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. Optimalisasi pembelajaran jarak jauh sangat bergantung pada kreativitas masing-masing guru dan sarana pendukung. Bagi guru yang tinggal di kawasan murah sinyal, pembelajaran jarak jauh tentu menjadi hal yang mudah dan mengasyikkan. Namun berbeda dengan guru yang tinggal di blank spot area, sinyal akan menjadi hal yang perlu diperjuangkan. 

Untuk melangsungkan pembelajaran daring, guru memerlukan sarana antara lain komputer/handphone dan jaringan internet. Bagi mereka yang menggunakan jaringan internet pribadi tentunya penggunaan data/kuota internet akan sangat terasa. Apalagi berselancar di video online dan streaming, pasti akan menguras kuota. Namun mau bagaimana lagi, pembelajaran daring harus tetap berlangsung. Apapun bentuk pembelajaran daringnya, setidaknya guru sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengisi pembelajaran bersama siswa di rumah.

Mengapresiasi kegiatan pembelajaran daring kepada guru selama masa pandemi Covid-19,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) memberi Kuota gratis. Paket 30 GB bisa diperoleh guru yang melaksanakan pembelajaran daring dengan syarat antara lain:
- Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) daring.
- Melaksanakan pembelajaran daring.
- Membuat artikel yang berhubungan  RPP daring.
- Mencantumkan link yang jelas tentang pembelajaran daring yang telah dilaksanakan.
- Unggah RPP dan artikel ke Portal Guru Berbagi.

Bagi RPP dan artikel yang disetujui, akan diterbitkan di Portal Guru Berbagi dan Kuota 30 GB akan otomatis masuk pada nomor HP yang dicantumkan. Untuk masuk portal Guru Berbagi kita bisa menggunakan akun SIM PKB atau akun yang kita buat melalui halaman Login Portal Guru Berbagi.



Bukti nyata yang saya rasakan, alhamdulillah saya sudah mencoba dan berhasil. Sebagai contoh karya yang saya unggah, sahabat blogger bisa lihat di link berikut:
- Pembelajaran daring di sini
- RPP daring di sini
- Artikel di sini

Semoga program ini akan terus berlanjut dan bisa laksanakan oleh banyak guru di Indonesia. Salam

PENGALAMAN PERTAMA MENJADI IMAM SHOLAT IED

Lebaran tahun 2020/1441 H ini memang beda. Ambil saja hikmahnya. Mungkin ini adalah salah satu kalimat mutiara yang saya dapatkan di hari lebaran tahun ini. Bagaimana tidak. Pemerintah sudah menganjurkan lebaran di rumah. Kegiatan shalat Ied dan khalal bi halal bisa dikerjakan dari rumah. Semula hati kecil ini merasa berontak, tidak puas dan ingin sekali melaksanakan shalat Ied bersama di masjid. Namun bagaimana lagi. Ikhlaskan saja dan jalani dengan senang hati.
Pengalaman hari ini sangat berkesan. Saat malam hari raya, tiba-tiba orang tua menunjuk saya untuk menjadi imam sholat Ied di rumah. Sebenarnya saya agak minder. Namun karena sudah tidak bisa mengelak lagi, terpaksa saya beranikan diri untuk meng-imami sholat Ied yang jamaahnya adalah satu trah keluarga yang terdiri dari tiga Kepala Keluarga (KK). Satu sisi bangga ditunjuk menjadi imam, namun di sisi lain diri ini merasa penguasaan bacaannya masih jauh dari sempurna. Mungkin inilah arti sebuah amanat. Ada tanggung jawab besar meskipun hanya dalam lingkup kecil. Tanggung jawab untuk belajar lebih banyak lagi. Semoga kekurangan-kekurangan di tahun ini bisa menjadi cambuk untuk lebih memajukan keilmuan dan mengamalkannya.

تقبل الله مناومنكم تقبل ياكريم جعلناالله واياكم من العائدين والفائزين وادخلنامن زمرةالمتقين المخلصين 



Salam.



Menulis Blog Menggunakan Handphone Android

Benar kata OmJay. Nothing is impossible in the world. Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Menulis blog yang semula saya pikir harus menyiapkan perangkat yang komplit, sekarang bisa sangat mudah. Bahkan sangat mungkin jika dikerjakan di sela-sela kegiatan. Hal itu bukan sekedar berita kosong belaka. Sebagai contoh, hari ini saya harus mengikuti piket jaga pos Covid-19 di desa. Pelaksanaan jaga di pos tentunya banyak waktu luang. Terlintas di benak saya untuk mengisi waktu luang tersebut dengan menulis di blog melalui handphone. Setelah saya cari di Play Store ternyata mudah diunduh dan pengoperasian aplikasi Blogger sangat familiar.

Berikut pengalaman saya mengintal aplikasi Blogger.
- Buka Play Store.
- Cari nama aplikasi Blogger di kotak pencarian.
- Setelah ketemu unduh dan isntal. Kecepatan mengunduh sangat ditentukan oleh kekuatan sinyal pada handphone.
- Ketika aplikasi sudah siap, jalankan dengan terlebih dahulu harus login dengan email yang biasa digunakan untuk blogger versi komputer. Akhirnya siap menulis artikel di blog.


Mudah sekali bukan? Untuk lebih jelasnya bisa disimak pada video rekam layar berikut ini. O ya, untuk menu editting di aplikasi Blogger versi Handphone memang agak terbatas. Khususnya untuk edit Edignment maupun unggah video. Untuk itu jika perlu edit isi postingan bisa di buka lebih lanjut di laptop. 
Demikian pengalaman kecil untuk menulis di blog menggunakan Handphone. 

Salam


Ketika Egoisme Mencuat

Mungkin ini judul blog saya yang kedua, setelah saya angkat tema tentang peran guru di era pandemi Covid-19. Utamanya tanggal 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional, dan juga harapannya sebagai kebangkitan guru blogger Indonesia. Terinspirasi oleh Omjay, seorang Guru Blogger senior, aktivis PGRI juga. Beliau menginspirasi para guru untuk menulis, satu hari satu blog. Mungkin ini satu langkah untuk mengikuti jejak beliau walau belum bisa maksimal. Namun setidaknya ada usaha untuk memfokuskan pikiran dalam suasana kesibukan sehari-hari. Tidak mudah memang, membagi waktu untuk fokus menulis dalam kepadatan jadwal. Kecuali memang karena faktor kebiasaan dan profesionalisme. Istilahnya bisa membuat skala prioritas. 
Ketika Egoisme Mencuat, mungkin ini judul yang tidak nyambung dengan materi yang sedang tren. Namun pada kenyataannya, egoisme menjadi faktor penentu harmonisme perputaran kehidupan. Saya bukan seorang psikolog ataupun ahli bahasa, semoga saja istilah yang saya pakai tidak menyalahi makna lazimnya. Menurut Wikipedia, egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah "egois". Lawan dari egoisme adalah altruisme.
Secara umum, egoisme berarti mementingkan diri sendiri. Hal ini sering terjadi ketika terjadi benturan kepentingan. Terkadang, berbagai kepentingan maupun urusan datang secara bersamaan. Ibarat ada banyak potongan kayu dengan banyak ukuran dan dengan posisi malang melintang. Ada yang runcing ada yang tumpul.  Sebelum ada penataan ulang, kayu-kayu tersebut akan tampak berantakan dan menghabiskan banyak tempat. Jika dilihat secara kasat mata, sungguh menimbulkan pemandangan yang tidak nyaman dan bisa membahayakan orang lain yang melintas di dekatnya. Namun ada satu pandangan yang terkadang berbeda. Ada pandangan bahwa setumpuk kayu yang dengan posisi malang melintang itu justru bernilai seni. Itulah seni kehidupan. Tanpa harus menata ulang yang menghabiskan waktu dan tenaga, kondisi itu justru terlihat natural. 
Nah, dari analogi setumpuk kayu itu, bagaimana egoisme menjadi ruh dalam seni kehidupan. Banyak orang yang mengeluhkan adanya kondisi tidak nyaman, labil dan cenderung ingin berontak. Benturan-benturan perasaan mungkin terjadi. Tapi haruskah selalu mengedepankan keinginan. Di sinilah fungsi norma, aturan dan tatanan kehidupan. Runcingnya anggapan tentang pembenaran diri sendiri harus dilapisi dengan plat tebal berupa rasa toleransi sehingga tidak berpotensi melukai kepentingan orang lain. Egoisme tidak lagi mencuat dan siap menggores permukaan dinding rasa manusia di sekitarnya.  Salam

Kesempatan Mengembangkan Diri Bagi Guru di Era Pandemi Covid-19

        Memasuki masa Pandemi Covid-19, kegiatan pembelajaran diwajibkan dilaksanakan dengan cara Learning from Home. Sekilas hal ini menimbulkan anggapan bahwa guru tidak berangkat ke sekolah dan tidak mengerjakan apapun selama di rumah. Sebagian orang memandang era pandemi Covid-19 menjadi hari libur panjang bagi guru. Guru bisa bersantai di rumah tanpa memikirkan beban mengajar untuk datang sekolah. Tentu ini adalah pendapat yang tidak benar. Pandangan miring seperti itu harus ditepis dengan realisasi tugas-tugas guru yang kemanfaatannya bisa dirasakan langsung oleh peserta didik. Jika sebelum masa pandemi Covid-19 guru dihadapkan dengan tanggung jawab untuk memberi pembelajaran kepada siswa-siswanya secara tatap muka langsung, adanya pandemi Covid-19 menuntut guru untuk siap dan lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran secara online.
        Untuk lebih mengembangkan diri, banyak pelatihan yang menjadi referensi pengembangan diri. Berbagai diklat online baik yang berbayar maupun gratis bisa diikuti. Harapannya pelatihan pada masa pandemi Covid-19 dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan media berbasis jaringan. Aplikasi-aplikasi online yang bisa menjadi pilihan untuk menyampaikan materi kepada para siswa di rumah sangat mudah didapatkan. Ada aplikasi berbasis Chat (percakapan) seperti WhatsApp, aplikasi berbasis pengelolaan kelas, misalnya Google Classroom, Rumah Belajar, dan ada juga aplikasi berbasis soal online seperti Quizizz dan Kahoot. Dan masih banyak lagi aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran jarak jauh.
        Berbagai kendala dalam pembelajaran jarak jauh mungkin saja terjadi. Namun kebermaknaan pembelajaran bisa dirasakan oleh para siswa selama guru bisa mengelola kelas dengan baik meskipun tanpa tatap muka secara langsung. Kolaborasi guru dengan orang tua untuk mengisi kegiatan pembelajaran dari rumah akan sangat mempengaruhi keberhasilannya. Kendala akses jaringan internet maupun keterbatasan alat sering menjadi alasan utama orang tua untuk acuh dalam mengikuti program pembelajaran daring. Belum lagi alasan kesibukan kerja yang terkadang membuat orang tua tidak ada waktu untuk mengontrol kegiatan anak. Di sini guru dituntut untuk memberi pemahaman yang lebih kepada orang tua dan siswa untuk lebih berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Komunikasi yang lebih terbuka antara guru, orang tua dan para siswa akan menciptakan keharmonisan dalam pembelajaran. Hal ini sangat berefek  positif dalam memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran meskipun dalam suasana Physic and Social Distancing.